Senin, 14 Maret 2016
1. Apa perbedaan IPCop dengan IPFire ?
IPCOP ataupun IPFIRE, keduanya
merupakan sebuah sistem operasi distro linux yang khusus untuk keperluan
firewall, router. Yach tentunya opensource .
IPCOP muncul lebih dahulu daripada
IPFIRE. Menurut saya keduanya sudah mencukupi kebutuhan untuk membangun Gateway
Internet ( Firewall, Router dan Proxy sekaligus) di kantor, instansi , kampus
atau warnet. Orang yang pernah pakai IPCOP tidak akan mengalami kesulitan
ketika mengimplementasikan IPFIRE, karena keduanya mirip dari sisi instalasi.
IPCOP memiliki addon yang cukup banyak dan
membantu untuk meningkatkan fungsinya. Namun IPFIRE lebih banyak lagi dan dapat
dijadikan sebagai server lain yang memiliki layanan-layanan tertentu, Misal ada
addon Samba, agar dapat melayani sharing file atau berfungsi sebagai File
Server / Domain Controller. Ada juga addon Mail server, sehingga menjadikan
IPFIRE juga menjadi sebuah mail server sekaligus berfungsi sebagai Gateway
Internet.
Satu lagi yang membuat IPFIRE lebih
menarik, yaitu, addon Advanced Proxy dan URL Filter sudah automatis terinstall
ketika selesai instasi IPFIRE. Ini berbeda dengan IPCOP, yang mengharus kita
menginstall sendiri addon tersebut.
Secara ringkat berikut perbandingan dan
persamaan IPCOP dan IPFIRE
PERSAMAAN :
o
Firewall
yang Opensource, GPL ( GNU Public License )
o
distro
Linux
o
Firewall
basis iptables
o
Tampilan
interface instalasi (hampir) mirip
o
Mengenal
istilah jaringan Green, RED, Blue, Orange
o
Administrasi
via web
PERBEDAAN :
Ø IPCOP versi 2.x
- Tidak dapt dijadikan sebagai File Server,Mail Server, dll
- Dukungan Addon belum banyak
- Tidak ada pemilihan Mode Outgoing Firewall
Ø IPFIRE versi 2.11. core 62
- Dapat dijadikan FS, mail server , dgn install addon
- Dukungan addon sangat banyak
- Ada 3 Mode :
Mode 0 : Allow semua
port / IP
Mode 1 : Allow , Deny
Mode 2 : Deny, Allow.
Mode 1 : Allow , Deny
Mode 2 : Deny, Allow.
Jumat, 08 Januari 2016
Studi Kasus EIGRP Dengan 2 Router
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah Cisco proprietary routing protocol loosely berdasarkan asli IGRP. EIGRP merupakan lanjutan jarak-vector routing protocol, dengan optimasi untuk meminimalkan kedua rute ketidakstabilan yang timbul setelah perubahan topologi, serta penggunaan bandwidth dan proses power dalam router. [Sumber : www.wikipedia.com]
Intinya adalah, ketika kita membuat sebuah jaringan kelas yang berbeda atau subnet yang berbeda, akan sangat jelas bahwa kita membutuhkan sebuah router, pada kasus-kasus dan pembahasan sebelumnya, kita sudah mencoba menghubungkan kelas-kelas dan subnet-subnet yang berbeda dengan menggunakan router, tetapi hanya 1 router, nah, bagaimana jika kita menggunakan 2 router.
Intinya adalah, ketika kita membuat sebuah jaringan kelas yang berbeda atau subnet yang berbeda, akan sangat jelas bahwa kita membutuhkan sebuah router, pada kasus-kasus dan pembahasan sebelumnya, kita sudah mencoba menghubungkan kelas-kelas dan subnet-subnet yang berbeda dengan menggunakan router, tetapi hanya 1 router, nah, bagaimana jika kita menggunakan 2 router.
Membuat Jaringan Wireless
Kali ini kita akan membahas tentang cara Membuat Jaringan Wireless menggunakan Cisco Packet Tracer 5.3
Gambar 1 : Design Jaringan Wireless dengan menggunkan PC
Nah, guys, kalau kita menggunakan PC standart seperti diatas, untuk jaringan wireless, kita harus memasangkan peralatan baru untuk PC tersebut, berupa Wireless LAN, karena secara default, PC tersebut hanya mempunyai sebuah LAN Card, tanpa WLAN..
Jaringan Router – Komputer (direct)
Oke guys kemarin kita telah membahas tentang Membuat Jaringan DHCP pada Kelas C. Nah, sekarang kita akan membahas tentang Membuat Jaringan Router – Komputer tanpa menggunakan DHCP. Berikut ini merupakan contoh studi kasus yang sederhana:
Gambar 1 : Router – Komputer menggunakan kabel cross
Sebenarnya yang saya baca kabel yang benar digunakan adalah rollover, tapi setelah saya coba menggunakan cross over juga bisa, silahkan temen-temen sekalian juga mencobanya…
Langganan:
Postingan (Atom)

